Rabu, 02 Februari 2011

Film

UPIN IPIN

 Si Kembar Upin dan Ipin..film yang banyak di sukai oleh anak-anak, bahkan orang tua juga seneng..
kesempatan kali ini dapat di unduh di film-film nya


9. episode 9
10. episode 10
11. episode 11
12. episode 12
13. episode 13
14. episode 14
15. episode 15
16. episode 16
17. episode 17
18. episode 18

 

SELAMAT MENDOWNLOAD dan MENONTON....heheheehehee

Selasa, 28 Desember 2010

ARTIKEL

Ada beberapa artikel menarik mungkin bermanfaat


Segera tunggu artikel-artkel yang lainnya
                          trima kasih...semoga bermanfaat







Rabu, 01 Desember 2010

FILM

FILM PENDEK


Nah ini beberapa film pendek yang lucu-lucu...
mungkin bisa menjadikan anda sedikit tertawa, terhibur ataupun sedikit menghilangkan kejenuhan...

klik pada judul untuk mendownload

Memasak anak kecil....!!!!


wooooowwww...kmu kok piara cacing siiihhhh....!!!

Pingin liat videonya....klik link di bawah ini

GIGI MACAN OMPONG


 FILM Lucu yang lain yang bisa untuk sedikit membuat anda tersenyum, ataupun tertawa
silahkan DOWNLOAD

Download filenya dengan cara klik judulnya

Sabtu, 27 November 2010

FILM

BERNARD BEAR

Nah kita mungkin tahu bagaimana lucunya si beruang Bernard. atau biasa dipanggil BACKKOM ini yang selalu menghiasai layar tv anda. Nah kesempatan ini ada film nya yang lucu tuh. bisa di download.

Download  link berwarna biru di bawah ini untuk mendptkan filmnya

Bernard - ICE CLIMBER


Bernard in action

Nikmati kelucuan si Bernard....!!!! Download di sini....!!!
     Film Bernard Bear-In Action

 


BerNard gi Terbang...
Bernard gi terbang.....!!!!!!

senyum manis BACKKOM.... :- )

Kamis, 25 November 2010

Tes Psikologi

Setelah di bahas di Tes psikologi pertama, kini kami sampaikan macem-macem tes psikologi yang ada. Baru ada beberapa tes yang bisa di sampaikan....SEMOGA BERMANFAAT....!!!

1. Tes Menggambar
2. Tes Seri
3. Tes Psikologi Situasi
4. Tes Benar Salah
5. Tes Warteg
6. Tes bakat Skolastik

akan segera hadir juga Tes-tes yang lain..

Jumat, 12 November 2010

Tes Psikologi

Tes IQ
Ditulis Oleh Ifdil   

 
Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. 
Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
 
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :
Faktor bawaan atau keturunan
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 - 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 - 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.

Faktor lingkungan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.

Inteligensi dan IQ
Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan . Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.

Pengukuran Inteligensi
Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakanTes Binet-Simon . Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ

. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence) . Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.
Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.

Inteligensi dan Bakat
Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri 
dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang 
amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi 
yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. 
Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitud e test .
Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE) . Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) danKuder Occupational Interest Survey.

selengkapnya DOWNLOAD disini



Tes Bakat Skolastik

Tes Bakat Skolastik (TBS) adalah sebuah tes yang bertujuan  untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan. Tes ini juga dapat mencerminkan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang. Tes bakat skolastik ini sebenarnya adalah adopsi dari tes SAT (Scholastic Aptitude Test) yang sudah menjadi standar ujian masuk Perguruan Tinggi di Amerika dan dunia. Di Indonesia, tes ini telah menjadi salah satu tes standar ujian masuk Perguruan Tinggi maupun tes penyaringan untuk 
keperluan lainnya.

Adapun, Tes bakat skolastik ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spasial atau gambar.

Tes bahasa berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, 
dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.
Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram.
Sedangkan tes spasial atau tes gambar, berfungsi mengukur daya logika (imajinasi) ruang yang dimiliki seseorang. Tes ini terdiri dari tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar.

Sumber: http://www.tesbakatskolastik.com/

 selengkapnya DOWNLOAD disini


Tes Kepribadian Dr. Phil | Personality Test
Dr. Phil mencatat angka 55, dia melakukan tes ini pada Oprah dan Oprah mendapat angka 38
  • Beberapa orang membayar mahal untuk mengetahui hal ini.
  • Bacalah, ini sangat menarik! Jangan terlalu sensitif!
  • Tes berikut cukup akurat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit.
  • Jawablah sebagaimana Anda adanya saat ini, bukan sebagaimana Anda pada masa lalu.
  • Siapkan diri Anda dan jujurlah pada diri Anda sendiri.
  • Ini adalah tes sungguhan yang dipakai oleh HRD beberapa perusahaan besar saat ini.
  • Tes ini hanya terdiri dari 10 pertanyaan sederhana, maka bersegeralah!
Untuk lebih lengkapnya DOWNLOAD disini